Tingkatan Kapasitas KPM, Upaya Cegah Stunting di Kalteng
Ia melanjutkan, pencegahan stunting di desa dilakukan oleh tenaga pendamping masyarakat dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). KPM berperan penting dalam memantau dan melaporkan cakupan layanan kepada kelompok sasaran, seperti Ibu Hamil, Bayi, dan Balita.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat terus memperkuat peran KPM sebagai ujung tombak pendampingan dalam penanggulangan stunting yang ada di Desa”, bebernya.
Aryawan juga berharap, KPM dapat memfasilitasi pelaksanaan integrasi program di tingkat desa dalam rangka pencegahan stunting.
“Semoga dengan komitmen bersama, angka stunting di Kalimantan Tengah terus menurun, sehingga dapat mencapai target penurunan stunting pada tahun 2025 dan menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan kuat”, tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan, Perkembangan Desa dan Pelayanan Sosial Dasar Akhmad Suwandi dalam laporannya menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membekali Kader Pembangunan Masyarakat terkait kebijakan program percepatan penurunan stunting di Kalteng serta penggunaan aplikasi e-HDW.
“Diharapkan setelah mengikuti kegiatan, para KPM dapat melaksanakan keseluruhan kegiatan yang ditugaskan dalam rangka pencegahan stunting di desa”, tandasnya.
Sebagai informasi, kegiatan Peningkatan Kapasitas KPM Prov. Kalteng Tahun 2025 ini dilaksanakan mulai tanggal 24 s.d. 26 Februari 2025.
Kegiatan ini diisi oleh narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Prov. Kalteng dan Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT. Peserta pada kegiatan ini berjumlah 80 orang, yang terdiri dari Kader Pembangunan Manusia yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur. (Red)

