Kabut Asap Mulai Ganggu Aktivitas, Legislator PPP Imbau Warga Gunakan Masker
Muara Teweh, cybernews.co.id – Kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat di Kabupaten Barito Utara. Kondisi tersebut mendorong Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Gun Sriwitanto, S.H., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Gun menilai kondisi kabut asap perlu diantisipasi bersama agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius, terutama terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Barito Utara, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat untuk mengambil langkah bersama, termasuk membantu menyediakan dan membagikan masker kepada warga.
“Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama masyarakat perlu segera memberikan imbauan agar masyarakat menggunakan masker, karena kabut asap ini sudah cukup mengganggu aktivitas kita. Pemerintah daerah serta organisasi-organisasi, ayo kita bergandengan tangan untuk membantu masyarakat, termasuk dalam pembagian masker,” ujar legislator PPP tersebut saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (20/8/2026).
Selain masyarakat umum, Gun juga meminta perhatian terhadap kondisi anak-anak sekolah. Menurutnya, apabila kabut asap semakin mengganggu kesehatan maupun proses belajar mengajar, pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara dapat mempertimbangkan penyesuaian kegiatan pembelajaran, termasuk opsi pembelajaran dari rumah atau meliburkan sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk anak-anak sekolah, kalau memungkinkan dan memang sudah ada aturannya, silakan melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara dipertimbangkan untuk diliburkan atau dilakukan penyesuaian kegiatan belajar,” katanya.
Di tengah kondisi kemarau, Gun juga mengingatkan masyarakat, khususnya petani dan pekebun, agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Ia memahami bahwa pembukaan serta pembersihan lahan merupakan bagian dari aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bercocok tanam. Namun, kegiatan tersebut harus dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan risiko kebakaran.
“Kita tahu saat ini musim kemarau dan kegiatan masyarakat, khususnya petani atau pekebun di Kabupaten Barito Utara, tidak lepas dari kebutuhan untuk bercocok tanam. Namun, kami mengimbau agar tidak membakar hutan dan lahan sehingga setidaknya dapat mengurangi kabut asap yang ada di Kabupaten Barito Utara, khususnya dan Kalimantan pada umumnya,” pungkasnya.
Gun berharap kepedulian seluruh pihak terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan terus ditingkatkan. Menurutnya, upaya bersama diperlukan agar kabut asap tidak semakin parah, kesehatan masyarakat tetap terjaga, dan aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan baik. (Candra)

