Gubernur Kalteng Hadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

Gubernur Kalteng Hadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

Kapolda menambahkan, “Kita juga nanti akan mengaktifkan pemberian penyuluhan masyarakat untuk mengantisipasi banjir supaya jangan terdampak benar, mungkin juga ikut melihat bagaimana saluran-saluran di lingkungan, untuk juga dicek, dibersihkan. Kemudian, juga mengantisipasi supaya tidak terlalu berdampak kepada mereka, di lingkungan juga menyiapkan tempat-tempat evakuasi.”

Apel Gelar Pasukan ini melibatkan kurang lebih 2850 personel, terdiri dari sekitar 600 personel Polri, 25 personel Yon 830 Isen Mulang, 24 personel Brigif 86 Mandau, 30 personel Basarnas, 30 personel Satpol PP, 30 personel Tagana, 30 personel Dishub, 30 personel Dishut, 30 personel Dinkes, 30 personel Masyarakat Peduli Api, 30 personel Manggala Agni, dan 30 personel BPBD Provinsi Kalteng.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolda Kalteng dipaparkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia karena berada di wilayah Ring of Fire. Data BNPB hingga 19 Oktober 2025 mencatat 2606 kejadian bencana alam nasional yang menyebabkan korban jiwa, kerugian ekonomi, dan kerusakan fasilitas umum.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Rapur Penyampaian Pendapat Akhir

Saat ini, berdasarkan data BMKG, hampir 44% wilayah di Indonesia telah memasuki musim hujan dengan potensi meningkatnya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi. Fenomena La Nina yang diperkirakan terjadi hingga awal 2026 juga memerlukan kewaspadaan berlapis dari seluruh unsur penanggulangan bencana.

Kapolri dalam amanatnya juga menekankan 8 poin penting yang harus dipedomani TNI/Polri dan seluruh stakeholder, antara lain meningkatkan deteksi dini, memastikan kesiapan Sarpras, memberikan edukasi masyarakat, menggelar simulasi secara berkala, dan memperkuat empati dalam pelayanan saat penanganan bencana. (ran/ben)

Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran beserta jajaran juga sudah menyiapkan personel dan bantuan-bantuan dalam rangka mengantisipasi terjadinya banjir, termasuk menyiapkan dapur-dapur umum. Selain itu, seluruh titik rawan banjir juga sudah dipetakan dan disiapkan bantuan sosialnya. (Red)

You cannot copy content of this page