Asisten Ekbang Hadiri Rakonreg PDRB Bahas Strategi Penguatan Infrastruktur dan Hilirisasi SDA di Kalteng

Asisten Ekbang Hadiri Rakonreg PDRB Bahas Strategi Penguatan Infrastruktur dan Hilirisasi SDA di Kalteng

“Capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi Kalimantan Tengah terus bergerak ke arah yang lebih baik, namun kita tidak boleh puas. Masih banyak potensi yang harus digarap melalui kerja sama lintas sektor dan daerah,” tambahnya.

Herson menjelaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah sebesar 5,60 persen pada 2025, naik menjadi 6,03 persen pada 2026, dan diharapkan mencapai 7,3 persen pada 2029 sebagai kontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen di tahun yang sama.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kapasitas fiskal yang kuat serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kita perlu memperkuat komunikasi, sinkronisasi, dan harmonisasi kebijakan, agar kebijakan efisiensi anggaran tetap sejalan dengan kemampuan dan kebutuhan daerah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Edy Pratowo Menghadiri Acara Kenal Pamit Wakapolda Kalteng

Karakter ekonomi Kalimantan Tengah saat ini masih didominasi oleh sektor sumber daya alam atau brown economy, yang berperan sebagai produsen bahan mentah dan membutuhkan penguatan konektivitas antarwilayah.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi mendorong transformasi ekonomi menuju green economy melalui hilirisasi industri di seluruh kabupaten dan kota, penguatan sektor pertanian, UMKM, serta perdagangan rakyat. Selain itu, peningkatan tata kelola dan perizinan usaha yang transparan, pengembangan infrastruktur dasar dan konektivitas, serta pembentukan kawasan ekonomi terpadu sebagai pusat pertumbuhan baru juga menjadi fokus pembangunan.

You cannot copy content of this page