Kadin Indonesia Dorong Borneo Sebagai Pusat Industri Halal Regional Melalui Lima Langkah Strategis

Kadin Indonesia Dorong Borneo Sebagai Pusat Industri Halal Regional Melalui Lima Langkah Strategis
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari (nomor 2 dari kiri) saat menghadiri acara pembukaan Borneo International Halal Showcase (BIHAS) 2026 yang berlangsung di The Waterfront Hotel, Kuching, Sarawak, Rabu (22/7/2026). (Foto : Dok Pribadi AYP)

Malaysia, cybernews.co.id – Kawasan Borneo dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat industri halal regional. Melihat potensi tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan ekosistem industri halal melalui lima agenda strategis.

Gagasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembukaan Borneo International Halal Showcase (BIHAS) 2026 yang berlangsung di The Waterfront Hotel, Kuching, Sarawak, Rabu (22/7/2026).

Pelaksanaan BIHAS 2026 juga menjadi momentum bagi puluhan pelaku UMKM asal Kalimantan untuk memperkenalkan produk unggulan mereka. Keikutsertaan tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat keterhubungan rantai pasok industri halal di kawasan Borneo.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari, menyampaikan bahwa kekayaan sumber daya alam serta kearifan lokal yang dimiliki kawasan Borneo perlu dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Baca Juga :  Konkerprov PGRI, Aisyah Thisia Agustiar Sabran Dinobatkan Sebagai Bunda Guru PGRI Kalteng, Barito Utara Raih 3 Penghargaan

Menurut pria yang akrab disapa AYP tersebut, penguatan nilai tambah harus dibarengi dengan pengelolaan rantai pasok yang transparan serta perluasan akses terhadap pasar.

“Tantangan kita bersama adalah mengubah potensi tersebut menjadi nilai tambah nyata: produk yang terolah dengan baik, rantai pasok yang transparan, serta akses pasar yang lebih luas,” kata AYP, Rabu (22/7/2026).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kadin Indonesia menawarkan lima agenda strategis yang dinilai penting dalam membangun industri halal kawasan. Agenda itu mencakup peningkatan nilai tambah produk, penguatan kapasitas UMKM, penyelarasan standar dan sertifikasi halal, penggabungan ekonomi hijau dengan digitalisasi, serta dukungan terhadap investasi dan kemitraan strategis.

You cannot copy content of this page