Kadin Indonesia Dorong Borneo Sebagai Pusat Industri Halal Regional Melalui Lima Langkah Strategis
AYP juga menekankan pentingnya kemudahan bagi pelaku usaha kecil dalam memperoleh pembiayaan, pendampingan teknis, dan sertifikasi halal.
“Perluasan akses pembiayaan, pendampingan teknis, dan program sertifikasi halal yang mudah diakses akan memungkinkan pelaku usaha kecil naik kelas dan terintegrasi ke rantai pasok regional,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan BIHAS 2026, Anggota Kadin Indonesia Syahrul Natsir turut mendampingi delegasi Kadin Indonesia bersama jajaran pengurus lainnya.
Syahrul menilai pengembangan industri halal di Borneo tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan UMKM untuk membangun ekosistem yang lebih kuat dan berdaya saing.
“Lima agenda yang disampaikan Kadin Indonesia menjadi arah strategis untuk meningkatkan daya saing produk halal sekaligus membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas di kawasan Borneo,” ujar Syahrul Natsir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Mempawah Erlina, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Bupati Kubu Raya Sujiwo, serta delegasi Kadin Indonesia.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan industri halal, perdagangan, investasi, serta kerja sama ekonomi Indonesia dan Sarawak di kawasan Borneo. (Red)

