Wakili Gubernur, Sahli Yuas Elko Hadiri HUT ASBADATA Kalteng
“Selanjutnya, Asosiasi ini telah menjadi wadah yang penting bagi para perempuan Dayak untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah, khususnya dalam bidang budaya dan pariwisata,” imbuhnya.
Menurutnya, Budaya Dayak adalah identitas dan kekayaan yang tak ternilai harganya, keanekaragaman seni, adat istiadat, bahasa, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya adalah aset yang harus kita jaga dan lestarikan bersama.
Ditegaskannya pula, bahwa tantangan yang dihadapi ke depan tentu tidaklah semakin ringan, dimana globalisasi dan modernisasi membawa pengaruh yang besar terhadap nilai-nilai budaya dan gaya hidup masyarakat. Oleh karena itu, ASBADATA Kalteng diharapkan dapat terus beradaptasi dan berinovasi, agar lebih siap menghadapi tantangan ke depan yang semakin berdaya saing tinggi, di tengah banyaknya budaya asing yang sudah mempengaruhi generasi-generasi muda penurus bangsa.
“Untuk itu teruslah menjadi garda terdepan dalam melestarikan warisan leluhur, memberdayakan perempuan Dayak, dan mempromosikan keindahan Bumi Tambun Bungai kepada dunia,” tutupnya.
Sementara itu Ketua Umum ASBADATA Kalteng Hj. Muliadina M. Lewis saat menyampaikan sambutannya menuturkan, dalam usia 8 tahun ASBADATA Kalteng Bawi Dayak telah memiliki legalitas dan telah terdaftar KemenkumHAM dan telah tercatat akta notaris Irwan Junaidi.

