Sahli Gubernur Yuas Elko Hadiri Konferensi Pers BPS Kalteng
“Permintaan terhadap berbagai komoditas bahan makanan mengalami peningkatan terutama bumbu-bumbuan, seperti cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan bawang putih. Hal ini dikarenakan meningkatnya permintaan seiring banyaknya pedagang musiman yang berjualan lauk untuk berbuka puasa,” imbuhnya.
Ia juga menyebut, kenaikan harga bawang merah diakibatkan berkurangnya stok dari sentra produksi di Jawa, dimana belum memasuki masa panen dan menurunnya hasil produksi yang disebabkan curah hujan yang cukup tinggi.
“Selain itu emas dan perhiasan juga mengalami kenaikaan harga dikarenakan harga emas dunia yang masih terus meningkat, menjelang Hari Raya Idulfitri ada kecenderungan masyarakat untuk membeli emas perhiasan,” tukasnya.
Menanggapi hal itu, Sahli Gubernur Yuas Elko mengatakan Pemprov Kalteng terus melakukan upaya secara maksimal agar inflasi di Kalteng tetap stabil.
“Beberapa waktu lalu Bapak Gubernur sudah melakukan panen raya dan pengecekan Rice Milling Unit (RMU) di Kabupaten Pulang Pisau. Bapak Gubernur juga mengecek pabrik pakan ternak. Bapak Gubernur ingin memastikan ketahanan pangan di Kalteng menguat dan bisa mensejahterakan para petaninya,” ujarnya.
Yuas menambahkan, Pemprov Kalteng juga terus menggalakkan gerakan tanam cabai sebagai salah satu upaya dalam menekan angka inflasi.
“Sebagaimana kita ketahui harga cabai ini gampang berfluktuasi, kita harapkan dengan membagikan bibit cabai kepada masyarakat, mereka bisa menanam bibit cabai tersebut di perkarangan rumah mereka, sehingga harga cabai tidak mengalami kenaikan,” pungkasnya. (Red)

