Plt Sekda Kalteng Hadiri Coaching Clinic 1 Implementasi SSK Program PPSP Kabupaten Kapuas dan Seruyan

Plt Sekda Kalteng Hadiri Coaching Clinic 1 Implementasi SSK Program PPSP Kabupaten Kapuas dan Seruyan
Plt. Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Leonard S. Ampung saat menyampaikan sambutannya pada acara Coaching Clinic 1 Implementasi SSK Program PPSP Kabupaten Kapuas dan Seruyan tahun 2025

Ia juga menekankan perlunya komitmen pendanaan daerah melalui APBD, serta mendorong kolaborasi dengan sumber pendanaan lain seperti APBN, DAK, Dana Desa, maupun pihak swasta dan masyarakat melalui CSR.

Plt. Sekda juga menginstruksikan agar Pokja Kabupaten Kapuas dan Seruyan segera melakukan advokasi kepada kepala daerah, yang diawali dengan advokasi kepada Sekda dan kepala perangkat daerah terkait. Selain itu, Leonard meminta agar proses penginputan data dan output milestone ke dalam aplikasi Nawasis dilakukan secara konsisten dan tepat waktu.

Leonard mengingatkan bahwa pembangunan bidang sanitasi merupakan bagian dari pemenuhan pelayanan dasar masyarakat, termasuk sebagai upaya pencegahan stunting, serta indikator utama dalam pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya Goal 6 mengenai akses terhadap air bersih dan sanitasi layak.

Baca Juga :  Sambut HUT RI ke-80, Pemprov Kalteng Anjangsana ke Panti Sosial Bina Remaja

“Target nasional dalam RPJMN 2025-2029 adalah capaian 30% akses sanitasi aman, 85% rumah tangga dengan layanan pengumpulan sampah, serta 38% pengelolaan sampah di fasilitas pengolahan,” lanjutnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.9.3-015/Kep/Bangda/2025, pendampingan Program PPSP tahun 2025 mencakup seluruh kabupaten/kota. Di Kalteng, Kabupaten Kapuas dan Seruyan ditetapkan untuk tahapan Milestone 1 hingga 3, sementara Kabupaten Gunung Mas dan Barito Utara memasuki Milestone 4.

Pada tahapan Milestone 1, Coaching Clinic ini bertujuan untuk mendapatkan input dan saran dari Pokja provinsi dan nasional terkait data profil sanitasi dan usulan paket kebijakan sanitasi yang telah disusun oleh Kabupaten Kapuas dan Seruyan.

Menutup sambutannya, Leo mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi, dan integrasi antar pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa dalam percepatan layanan sanitasi yang berkelanjutan. (red)

You cannot copy content of this page