Pendidikan Kalteng Melesat, Capaian Gemilang di Masa Kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran
Guru PPPK Non Sertifikasi dari SMK Negeri 1 Mentaya Hilir Selatan, Ayu Wantira, mengaku haru atas kebijakan ini. Hal serupa disampaikan M. Nor Edy Saputra dari SMA Negeri 4 Buntok, yang mengapresiasi perhatian Gubernur dan Kadisdik terhadap kesejahteraan guru.
Digitalisasi Pembelajaran Disdik Kalteng juga menyalurkan ribuan TV interaktif dan papan tulis digital serta panel surya dan starlink untuk SMA, SMK, dan SKH, termasuk ke sekolah swasta dan yayasan, serta perguruan tinggi.
Penyaluran tv interaktif dengan Total untuk SMA Negeri 1.980 unit, SMA Swasta 131 unit. Total untuk SMK Negeri 710 unit, SMK Swasta 91 unit. Total untuk SKH Negeri 23 unit, SKH Swasta 8 unit.
Diluar kewenangan seperti untuk SD SMP yayasan dan perguruan tinggi negeri dan swasta 155 unit.
Transformasi ini dirasakan langsung oleh pendidik dan siswa. Dwi Haryanto, Kepala SMAN 1 Kuala Kapuas, menilai bantuan teknologi dan panel surya menjadi solusi cerdas untuk keterbatasan energi di sekolah pedalaman. Guru SMAN 1 Pangkalan Bun, Pipit Indriani, menilai digitalisasi membuat pembelajaran lebih menarik dan kolaboratif.
Siswi SMA Negeri 4 Muara Teweh, Gweenysca Prila Putri Apriawan, mengaku antusias dengan pembelajaran hybrid berbasis fasilitas digital.
“Kami terus berbenah, mendengar aspirasi, dan bekerja agar pendidikan di Kalteng benar-benar merata dan berkualitas,” tegas Reza.
Pelatihan Guru Huma Betang Program ini digelar sepanjang tahun untuk meningkatkan kompetensi guru MA, SMK, dan SMA-LB. Materinya mencakup teknik mengajar yang menarik, menjaga kesehatan mental siswa, memahami rapor pendidikan, hingga pelatihan khusus bagi guru SKH dalam menghadapi siswa berkebutuhan khusus.
Pelatihan dilakukan melalui LMS sehingga guru bisa belajar kapan saja dan mengulang materi tanpa batas.
Rapor Pendidikan Naik Kategori Prestasi membanggakan datang dari Rapor Pendidikan 2025, di mana Kalteng naik dari kategori “rintangan tuntas muda” ke “tuntas pertama” dengan skor 71,35.
Peningkatan signifikan terjadi di kemampuan literasi dan numerasi di semua jenjang, bahkan sekolah khusus mencatat lonjakan literasi dari 35,47 ke 70 dan numerasi dari 58,6 ke 85.
Kepuasan dunia kerja terhadap lulusan SMK juga naik dari 68,37 ke 75,89, sementara angka partisipasi sekolah meningkat 3,03%.
Kelas Digital Huma Betang Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah melakukan lompatan besar dalam dunia pendidikan melalui program “Kelas Digital Huma Betang”. Program ini membangun ekosistem digital terpadu yang menghubungkan guru, siswa, dan sekolah dalam satu platform pembelajaran modern.
Reza Prabowo, menjelaskan bahwa sistem ini akan menghadirkan dua pola pembelajaran, yakni sinkronus (tatap muka daring, seperti video conference) dan asinkronus (fleksibel dan dapat diakses kapan saja).
“Ini menjadi langkah awal menyatukan pendidikan Kalteng dalam satu sistem digital yang efisien,” kata Reza.
Program ini merupakan bagian dari roadmap digitalisasi pendidikan Kalteng yang menargetkan seluruh SMA/SMK di bawah Pemprov terintegrasi ke sistem digital pada 2026–2027. Uji coba (piloting) telah dimulai di beberapa sekolah sejak tahun ini.
“Lewat platform ini, guru bisa memantau perkembangan siswa lebih mudah, siswa bisa belajar tanpa batas ruang dan waktu. Ini adalah jawaban bagi tantangan pendidikan di wilayah terpencil,” lanjutnya.
Transformasi ini juga memperkuat program “Pak Agustiar Mengajar” yang menggabungkan konsep pembelajaran jarak jauh dengan sentuhan langsung pemimpin daerah.
“Digitalisasi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Reza.
Dengan deretan capaian tersebut, Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wagub H. Edy Pratowo berhasil membawa pendidikan Kalteng ke level baru. Semua ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat di HUT RI ke-80 sekaligus ulang tahun ke-53 sang Gubernur, bukti bahwa pendidikan di Bumi Tambun Bungai melesat maju, inklusif, dan berkualitas, untuk mewujudkan Kalteng Berkah,Kalteng Maju dan Kalteng Sejahtera menuju Indonesia Emas Tahun 2045. (Red/Sumber : Disdik Kalteng)

