Pemprov Bersama BPKP Kalteng Gelar Entry Meeting Evaluasi Pencegahan dan Penurunan Stunting
“Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan hadir sebagai mitra strategis dalam peningkatan kualitas tata kelola program, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Evaluasi ini bukan hanya menilai capaian, tetapi mendorong akselerasi perbaikan melalui saran dan rekomendasi yang berbasis data dan operasional,” jelas Ilham.
Berdasarkan hasil pengawasan tahun sebelumnya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menemukan sejumlah tantangan utama, di antaranya belum optimalnya intervensi gizi spesifik, ketimpangan alokasi anggaran, serta rendahnya efektivitas program edukasi dan pendampingan. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penajaman strategi dan reorientasi kebijakan, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi fase krusial dalam pencegahan stunting.
Dalam kesempatan tersebut, Ilham juga memaparkan hasil analisis Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan terkait struktur alokasi anggaran stunting tahun 2025 pada 15 pemerintah daerah di Kalimantan Tengah, yang menunjukkan bahwa proporsi terbesar masih difokuskan pada sektor lingkungan, sedangkan alokasi untuk ketahanan pangan dan intervensi gizi masih tergolong rendah.
Sebagai respon atas tantangan tersebut, fokus evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan tahun ini diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu efektivitas pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), implementasi Program Gerakan Nasional Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), serta optimalisasi program pemberian makanan bergizi.
Melalui pelaksanaan evaluasi ini, diharapkan diperoleh gambaran menyeluruh mengenai capaian dan tantangan program pencegahan stunting di Kalimantan Tengah, sekaligus menjadi dasar penyusunan langkah strategis guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di masa mendatang. (red)

