Khitanan Massal PT TTA Group Jangkau 70 Anak di 10 Desa Pedalaman Mantangai
Libatkan Unsur Tripika dan Masyarakat Adat
Kegiatan khitanan massal tersebut juga mendapat dukungan unsur Tripika Kecamatan Mantangai. Perwakilan Kapolsek Mantangai, Ipda Ruby, turut hadir untuk mendukung pengamanan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Ia menilai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah.
“Kondusivitas wilayah berawal dari terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat. Kehadiran sinergi Tripika dan perusahaan di sini adalah kunci nyata dari stabilitas sosial tersebut,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan perwakilan Danramil Mantangai, Hendarto. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk gotong royong untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kemanunggalan TNI dan rakyat menemukan bentuk operasional tertingginya saat kita bergotong-royong menembus batas alam demi hajat hidup publik. Anak-anak yang sehat fisiknya hari ini adalah fondasi pertahanan bangsa di masa depan,” katanya.
Selain unsur pemerintahan dan aparat, kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Damang Mantangai, Bandin. Ia melihat khitanan massal tidak hanya memiliki manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga mengandung nilai sosial dan budaya bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat adat Dayak pesisir sungai dengan keluarga pendatang yang tinggal di wilayah transmigrasi. Kehadiran pelayanan kesehatan modern dinilai dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
TTA Group Tegaskan Komitmen Pemberdayaan Masyarakat
Department Head Rehab DAS PT TTA Group, Bintang Adityawarman, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah kegiatan.
Ia menegaskan, tanggung jawab perusahaan dalam pelaksanaan Rehabilitasi DAS tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mencakup keberadaan dan pemberdayaan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam.
“Sebagai entitas pertambangan, kewajiban Rehabilitasi DAS yang kami emban di kawasan ini tidak semata-mata tentang memulihkan ekosistem gambut atau mereboisasi lahan kritis. Lebih dari itu, ini adalah tentang merawat dan memberdayakan komunitas yang hidup berdampingan dengan alam tersebut,” ungkapnya.
Bintang menambahkan, program “Satu Senyum, Sejuta Harapan” menjadi salah satu wujud kepedulian sosial perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.
“Program ‘Satu Senyum, Sejuta Harapan’ adalah janji lunas kami bahwa investasi sosial setara pentingnya dengan investasi ekologi,” pungkas Bintang.
Dengan menjangkau 70 anak dari 10 desa, khitanan massal PT TTA Group tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Kapuas.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan geografis dapat dihadapi melalui kerja sama antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, pemerintah desa, masyarakat adat, serta keluarga penerima manfaat.

