Karhutla Mengancam, Lamandau Perkuat Barisan dan Kesiapan Sarpras

Karhutla Mengancam, Lamandau Perkuat Barisan dan Kesiapan Sarpras
Bupati Lamandau Dr. Rizky Aditya Putra, S.E., M.M., didampingi Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., dan Dandim 1017/Lamandau Letkol Ady Kurniawan, M.Tr.Han saat memimpin Apel Gabungan.

Nanga Bulik, cybernews.co.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Lamandau mendapat perhatian serius pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan instansi terkait. Kesiapsiagaan diperkuat melalui Apel Gabungan Gelar Sarana dan Prasarana (Sarpras) Karhutla di Halaman Apel Polres Lamandau, Senin (28/9/2026).

Apel tersebut dipimpin Bupati Lamandau Dr. Rizky Aditya Putra, S.E., M.M., didampingi Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., dan Dandim 1017/Lamandau Letkol Ady Kurniawan, M.Tr.Han.

Sekitar 150 personel gabungan diterjunkan dalam kesiapsiagaan tersebut. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Taruna Siaga Bencana (TAGANA).

Sinergi lintas instansi menjadi kunci. Pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP-Damkar dan TAGANA dituntut bergerak dalam satu komando koordinasi agar setiap potensi Karhutla dapat ditangani sedini mungkin.

Apel tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kesiapan menghadapi Karhutla tidak boleh bersifat seremonial. Kesiapan personel, peralatan, patroli dan respons cepat harus benar-benar diterapkan di lapangan guna menekan risiko meluasnya kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

Dalam amanatnya, Bupati Rizky menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi garis depan dalam menghadapi ancaman Karhutla. Ia meminta seluruh unsur tidak menunggu api membesar sebelum bertindak.

“Pencegahan merupakan langkah utama. Tingkatkan kehadiran personel di lapangan, lakukan deteksi dini, perkuat patroli dan segera respons setiap informasi terkait potensi Karhutla,” tegasnya.

Menurut Bupati, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada jumlah personel, tetapi juga kecepatan dalam mendeteksi potensi kebakaran serta kesiapan peralatan di lapangan.

Karena itu, seluruh sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla diminta dipastikan dalam kondisi siap operasional.

“Personel juga memperkuat patroli di kawasan rawan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran,”pungkasnya. (An)

You cannot copy content of this page