Festival dan Lomba Bonsai 2025, Tumbuhkan Kecintaan Terhadap Lingkungan dan Seni Menata Tanaman

Festival dan Lomba Bonsai 2025, Tumbuhkan Kecintaan Terhadap Lingkungan dan Seni Menata Tanaman
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo. Ist

“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan seni bonsai, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan, menjaga kedamaian, serta menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan,” tegasnya.

Kapolda menekankan bahwa nilai-nilai dalam bonsai selaras dengan nilai dalam tugas kepolisian.

“Bonsai mengajarkan kita arti kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Sama seperti tugas Polri yang dituntut selalu teliti, tekun, dan penuh tanggung jawab dalam mengayomi masyarakat. Dari bonsai, kita belajar bahwa hasil yang indah lahir dari proses panjang dan konsistensi yang tidak pernah berhenti,” jelasnya.

Kapolda mengajak masyarakat untuk bersinergi bersama Polri sekaligus berharap festival bonsai Palangka Raya dapat memberi dampak positif yang berkelanjutan.

“Festival ini menjadi wadah kebersamaan antara Polri dan masyarakat, agar persatuan semakin kokoh, kedamaian selalu terjaga, dan semoga kegiatan ini berlanjut menjadi tradisi tahunan yang menginspirasi kita semua untuk mencintai alam serta menumbuhkan semangat kebangsaan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Gubernur Ajak KNPI Kalteng Gotong Royong Wujudkan Pembangunan Kalteng Semakin Berkah, Maju, dan Sejahtera

Festival Bonsai 2025 menampilkan pameran bonsai karya komunitas lokal serta perlombaan dengan kategori kelas Silver (Best in Size, Best in Class, Best Nine) dan kelas Konsep (Best Ten, Best in Class).

Festival Bonsai 2025 tidak hanya menampilkan karya seni dan perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan kecintaan terhadap alam, dan memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah, serta masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi Kalimantan Tengah. (Red)

You cannot copy content of this page