Bupati Sampaikan Anak Adalah Masa Depan Kabupaten Lamandau dan Bangsa

Bupati Sampaikan Anak Adalah Masa Depan Kabupaten Lamandau dan Bangsa
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra saat menyampaikan sambutannya.

Nanga Bulik, cybernews.co.id – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra membuka secara resmi Kegiatan Gebyar PAUD Tahun 2026 yang dirangkai dengan pemecahan Rekor muri Tari Baigal yang diikuti oleh 2.045 peserta anak didik PAUD se-Kabupaten Lamandau di Bundaran Rusa, Senin (4/5/2026).

Hadir dikesempatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Lamandau, Ny. Norol Latifah, SH perwakilan MURI, perwakilan unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Kab. Lamandau, Ketua GOW Kab. Lamandau, PLH Sekretaris Daerah Kab. Lamandau, Kepala OPD serta undangan lainnya.

Dikesempatan tersebut, Bunda PAUD Ny. Norol Latifah, SH, menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru di daerah pelosok sebagai kunci utama mencetak generasi berkualitas. Ia menilai, kualitas anak didik tidak bisa dilepaskan dari kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Pemerintah Kabupaten Lamandau  menegaskan komitmen terhadap pemerataan pendidikan, terutama di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T).

“Anak yang berkualitas harus didukung oleh guru yang berkualitas. Ini harus seimbang,” ucap Ny. Norol Latifah.

Lebih lanjut ia menyampaikan, berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Lamandau memiliki 155 lembaga PAUD dengan total 327 guru. Dari jumlah tersebut, hanya 108 guru yang telah berpendidikan sarjana, sementara mayoritas lainnya masih lulusan SMA.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, khususnya di wilayah 3T yang masih terbatas akses informasi, teknologi, serta tenaga pendidik berkualitas.

Ny. Norol Latifah mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk bersinergi mencari solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus kualitas pendidikan anak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya program “PELUK” (Pengasuhan Edukatif) yang menyasar keluarga dan Bunda PAUD sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak anak secara menyeluruh.

Sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013, PAUD kini telah bertransformasi menjadi PAUD Holistik Integratif, yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup aspek gizi, kesehatan, kesejahteraan, serta perlindungan anak secara terpadu.

Baca Juga :  Akhir Tahun, Polres Lamandau Kembali Musnahkan BB Narkotika Lintas Provinsi

“Melalui Hardiknas ini, kita harus memperkuat komitmen bersama agar tidak ada lagi kesenjangan pendidikan, khususnya di daerah 3T,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa anak-anak Lamandau harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menyelesaikan pendidikan dasar dengan baik, memiliki akhlak yang kuat, serta kemampuan membaca yang memadai.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut digelar pencatatan rekor MURI melalui tarian tradisional Baigal yang melibatkan 2.045 peserta anak didik PAUD se-Kabupaten Lamandau. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Sementara itu, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan kunci utama keberhasilan masa depan daerah.

“Ini adalah wujud nyata upaya kita dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi seni, kreativitas, dan kepercayaan diri sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya para pendidik PAUD, panitia, serta orang tua yang terus mendampingi tumbuh kembang anak.

Menurutnya, pendidikan PAUD yang berkualitas juga berperan penting dalam mencegah stunting melalui edukasi pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, dan stimulasi yang tepat bagi anak.

“Anak-anak yang sehat dan cerdas adalah aset bangsa yang berharga. Mari kita wujudkan PAUD berkualitas untuk generasi penerus yang lebih baik,” tegasnya.

Bupati berpesan kepada seluruh anak-anak agar terus semangat belajar, bermain dengan riang, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

“Anak-anak adalah masa depan Kabupaten Lamandau dan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (An)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page