Asisten Ekbang Hadiri Diseminasi Laporan Perekonomian Kalteng
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias memaparkan, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 terutama dipengaruhi oleh permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan dampak kebijakan fiskal, serta sektor eksternal akibat kebijakan tarif AS. Meluasnya kebijakan tarif Trump 2.0, termasuk ke Indonesia beresiko menurunkan PDRB, “Sementara, prospek pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2025 dipengaruhi oleh penurunan ekspor dan perlambatan konstruksi”, papar Kalan BI.
Kemudian ditambahkannya pula bahwa prospek inflasi IHK 2025 Kalimantan Tengah lebih tinggi dibanding tahun 2024 dan berada direntang 2,5 ± 1% sesuai dengan target pemerintah. Peningkatan inflasi lebih tinggi diperkirakan didorong oleh meningkatnya CI akibat tingginya permintaan emas perhiasan sebagai aset safe haven di tengah tingginya ketidak pastian global, “Inflasi yang lebih tinggi diperkirakan dapat ditahan VF selaras dengan masifnya pengendalian infasi di daerah, dan berbagai program peningkatan produksi komoditas pangan strategis di Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Sedangkan manufaktur seperti hilirisasi CPO dan Kawasan Industri (KI) diperkirakan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru di Kalimantan Tengah, sehingga perlu didorong melalui penguatan iklim investasi, pengembangan ekosistem industri, dan penguatan peran pembiayaan, “Tantangan utama investasi industri di daerah terkait dengan regulasi dan infrastruktur,” pungkasnya. (Red)

