Pemkab Lamandau Terima Bantuan dari PT Korintiga Hutani

Pemkab Lamandau Terima Bantuan dari PT Korintiga Hutani
Bupati Lamandau Dr. Rizky Aditya Putra, didampingi Wakil Bupati Abdul Hamid dan Kepala BPBD Kabupaten Lamandau Hendikel saat menerima bantuan sembako, masker serta bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite sebanyak 1.000 liter dari PT Korintiga Hutani (KTH) yang diserahkan langsung oleh Direktur PT Korintiga Hutani, Mr. Park Jongmyung, didampingi General Manager PT Korintiga Hutani, Rais Sugito.

Nanga Bulik, cybernews.co.id — PT Korintiga Hutani (KTH) menyerahkan bantuan berupa sembako, masker serta bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite sebanyak 1.000 liter kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau untuk mendukung penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau. Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur PT Korintiga Hutani, Mr. Park Jongmyung, didampingi General Manager PT Korintiga Hutani, Rais Sugito.

Bantuan tersebut diterima langsung Bupati Lamandau Dr. Rizky Aditya Putra, didampingi Wakil Bupati Abdul Hamid dan Kepala BPBD Kabupaten Lamandau Hendikel.

Dalam sambutannya, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada manajemen PT Korintiga Hutani atas kepedulian dan dukungannya terhadap upaya penanggulangan karhutla dan kabut asap di wilayah Kabupaten Lamandau.

Menurutnya, bantuan berupa logistik, masker dan BBM tersebut sangat bermanfaat, khususnya dalam mendukung para personel yang berada di lapangan dalam melakukan penanganan karhutla.

“Bantuan logistik berupa sembako, BBM dan masker ini sangat bermanfaat, terutama untuk para personel penanganan karhutla dan kabut asap yang melanda Kabupaten Lamandau,” ujar Rizky.

Ia mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi kemarau panjang masih akan berlangsung hingga Oktober. Dengan demikian, pemerintah bersama seluruh pihak masih harus melakukan upaya penanggulangan selama sekitar satu bulan ke depan.

“Kita masih menghadapi kemarau panjang sampai bulan Oktober. Jadi, masih satu bulan lagi kita menghadapi dampak kemarau panjang ini. Kita masih harus berjuang satu bulan lagi,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Press Release Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika di Polda Kalteng

Rizky bersyukur hingga saat ini kebakaran belum sampai berdampak terhadap kawasan permukiman masyarakat. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan hingga musim hujan kembali tiba.

“Alhamdulillah, saat ini permukiman tidak ada yang kena. Semua kita berharap semoga secepatnya musim hujan tiba,” ungkapnya.
Bupati juga mengajak pelaku dunia usaha lainnya untuk ikut berpartisipasi membantu pemerintah dalam penanganan karhutla dan kabut asap.

Menurutnya, peran dunia usaha sangat penting karena selain membantu pemerintah, perusahaan juga melakukan pengamanan terhadap areal masing-masing.

“Semoga dunia usaha yang lain juga bisa turut membantu meringankan beban untuk penanggulangan karhutla dan kabut asap. Kita semua tahu bahwa saat ini mereka juga mengamankan areal masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager PT Korintiga Hutani Rais Sugito mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk meringankan beban pemerintah dalam menangani bencana karhutla dan kabut asap.
“Intinya bantuan ini berupa sumbangan untuk meringankan beban penanganan bencana karhutla dan kabut asap,” kata Rais.

Selain memberikan bantuan logistik, PT Korintiga Hutani juga menyiapkan puluhan mobil tangki yang dapat digunakan untuk membantu penanganan karhutla, khususnya apabila kebakaran terjadi di desa-desa binaan perusahaan.

“PT Korintiga Hutani juga menyiapkan puluhan mobil tangki untuk penanganan karhutla apabila terjadi di desa binaan PT Korintiga Hutani. Untuk areal PT Korintiga Hutani sendiri masih aman,” jelasnya.

Rais berharap seluruh upaya yang dilakukan pemerintah, perusahaan dan masyarakat dapat membantu mengendalikan karhutla sehingga kabut asap di Kabupaten Lamandau segera berlalu,” pungkasnya. (An)

You cannot copy content of this page