BBM Subsidi Pertalite dijual Online Mencapai Rp 25 -30 Ribu Jadi Sorotan

BBM Subsidi Pertalite dijual Online Mencapai Rp 25 -30 Ribu Jadi Sorotan

Nanga Bulik, cybernews.co.id –Di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Lamandau akibat sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite, muncul dugaan adanya pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk meraup keuntungan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah adanya penjualan Pertalite secara online dengan harga yang disebut mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per liter. Harga tersebut jauh di atas ketentuan harga eceran yang sebelumnya telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Lamandau.

Kondisi ini dinilai meresahkan masyarakat, terutama warga yang terpaksa membeli BBM eceran karena tidak mampu mengantre panjang di SPBU.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut setelah melihat unggahan di media sosial yang menawarkan BBM dengan harga hingga Rp30.000 per liter.

“Saya kaget pas buka media sosial, ada yang menjual BBM eceran Rp30.000 per liter secara online, bahkan saya membeli eceran di daerah kecamatan Sematu Jaya Rp 25000 satu leter, saya menduga hal itu dilakukan oleh oknum pengetaf atau pelangsir dadakan,” ujarnya menyampaikan pada awak media, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, unggahan tersebut juga mendapat beragam komentar dan tanggapan dari pengguna media sosial. Ia menilai penjualan dengan harga tinggi tersebut berpotensi memanfaatkan kondisi masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan BBM.

Baca Juga :  Bupati Lamandau Lepas Peserta Pawai Gema Hijriah 1 Muharram 1448 H

“Saya secara pribadi menganggap orang itu mengambil keuntungan berlebihan dan mengambil kesempatan di tengah kesulitan orang lain,” katanya.

Ia berharap instansi terkait dapat menelusuri informasi mengenai dugaan penjualan Pertalite dengan harga tinggi tersebut. Jika ditemukan adanya pelanggaran, pihak terkait diharapkan dapat memberikan teguran maupun mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lamandau sebelumnya telah menetapkan kebijakan mengenai harga jual eceran Pertalite sebesar Rp13.000 per liter di wilayah yang telah ditentukan.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan harga BBM eceran sekaligus mencegah pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan secara berlebihan di tengah kondisi sulitnya memperoleh Pertalite.

Warga juga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi. Dengan demikian, pasokan Pertalite diharapkan kembali normal, antrean panjang di SPBU dapat dikurangi, dan harga eceran di tingkat masyarakat tidak kembali melonjak. (An)

You cannot copy content of this page