Wamendiktisaintek Tinjau Lokasi Calon Pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten Kotawaringin Barat
Menanggapi pertanyaan publik mengenai prioritas anggaran, Stella menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah rusak tetap menjadi prioritas nasional. Bahkan, anggaran revitalisasi yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencapai Rp19,7 triliun tahun lalu, jauh lebih besar dibandingkan total anggaran Sekolah Garuda yang hanya sekitar Rp2 triliun. Program revitalisasi tersebut, menurutnya, lahir dari perhatian langsung Presiden setelah melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan di lapangan.
Tak hanya infrastruktur fisik, pemerintah juga fokus pada pemerataan kualitas pembelajaran. Stella mengungkapkan bahwa ketimpangan mutu guru di berbagai daerah menjadi perhatian serius. Salah satu solusi strategis adalah program digitalisasi melalui penggunaan smart board di kelas-kelas, sehingga materi dari guru-guru terbaik dapat diakses siswa di seluruh Indonesia tanpa batas geografis.
Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan para dosen dan ilmuwan untuk mengirimkan konten sains yang menarik bagi siswa sejak jenjang SD. “Pemikiran sains itu tumbuh sejak kecil. Jika kita ingin melahirkan generasi unggul, maka rangsangan dan pembelajaran sains harus dimulai sejak dini,” tegasnya.
Stella menambahkan bahwa hingga 2029, Sekolah Garuda baru akan dibangun sebanyak 20 unit di seluruh Indonesia. Artinya, tidak semua provinsi akan mendapatkan sekolah tersebut. Penentuan lokasi mempertimbangkan akses, kekhususan wilayah, dan potensi pengembangan keunggulan lokal.
Menurutnya, kedekatan dengan Taman Nasional Tanjung Puting menjadi daya tarik tersendiri karena Sekolah Garuda dirancang sebagai sekolah ber kurikulum internasional dengan wawasan global, meskipun seluruh siswanya adalah anak Indonesia penerima beasiswa. Namun ia menegaskan, pembangunan harus tetap menjaga kelestarian lingkungan.

