Jelang Bulan Ramadan, Pemprov Kalteng Pantau Harga Pangan

Jelang Bulan Ramadan, Pemprov Kalteng Pantau Harga Pangan
Sahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kalteng, Yuas Elko saat melakukan pemantauan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional bulan Ramadan 1447 H.

Yuas juga menyoroti harga minyak goreng curah yang masih berada pada ambang batas ketentuan meskipun terdapat perbedaan satuan penjualan antara kilogram dan liter. Sementara itu, harga elpiji 3 kilogram di tingkat eceran yang mencapai Rp35.000 menjadi perhatian bersama. Ia menegaskan bahwa idealnya harga elpiji di tingkat pangkalan berada di kisaran Rp22.000, sehingga harga di tingkat pengecer diharapkan dapat dibatasi maksimal Rp25.000 agar tercipta keseragaman harga.

Sementara itu, Kepala Bulog Budi Sultika menjelaskan bahwa stok beras di Kalteng dalam kondisi aman, dengan sekitar 14.437 ton beras SPHP tersedia untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Untuk beras premium masih menjadi perhatian karena sebagian besar pasokannya berasal dari luar Kalimantan Tengah, sehingga memerlukan pengawasan ekstra dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama instansi terkait,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kukuhkan Kepala BPKP Provinsi Kalteng, Wagub Edy Pratowo Harapkan Sinergi Tetap Terjalin dan Terus Diperkuat

Meskipun pada awal Ramadan harga biasanya mengalami fluktuasi, diharapkan dengan pengawasan yang ketat dan kerjasama antara berbagai instansi, diharapkan stabilitas harga sembilan bahan pokok dapat terjaga hingga Idulfitri. (Red)

You cannot copy content of this page