Gubernur Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk PNS Gol I-II, PPPK hingga Tenaga Outsourcing di Tengah Karhutla
Namun, bantuan tersebut juga disertai pesan agar aparatur tetap menjalankan tanggung jawabnya secara profesional. Gubernur mengingatkan ASN agar tidak menjadikan bantuan sebagai alasan untuk mengurangi kewajiban dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sebaliknya, hak yang diterima harus berjalan seimbang dengan kewajiban untuk bekerja secara disiplin, berkarakter, memiliki kompetensi, serta menjaga sikap dan etika sebagai aparatur negara.
“Pemerintahan ini adalah pelayanan. Kita abdi negara, negara abdi rakyat,” ucap Agustiar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden menyebut penyaluran bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian Gubernur kepada aparatur, terutama mereka yang terdampak kondisi karhutla.
Linae juga mengingatkan seluruh penerima bantuan untuk tetap melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik. Evaluasi terhadap disiplin dan kinerja, termasuk bagi PPPK penuh waktu maupun paruh waktu, tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Selain menerima bantuan, ada kewajiban yang harus dipenuhi. Hak dan kewajiban harus berjalan berimbang,” ungkap Linae.
Ia menekankan, setiap aparatur memiliki tugas yang harus dilaksanakan pada perangkat daerah masing-masing. Karena itu, bantuan tersebut diharapkan bukan hanya meringankan kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat semangat aparatur untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik.
Adapun setiap paket bantuan berisi 5 kilogram beras, 2 kilogram minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir.
Penyaluran bantuan ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman dan pengendalian kebakaran. Perhatian terhadap kebutuhan dasar kelompok yang terdampak juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi tersebut.
Pemprov Kalteng memastikan semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus diperkuat agar dampak karhutla dapat dihadapi bersama. (Red)

