Dukung Semangat Toleransi, Gubernur Kalteng Hadiri Peresmian Jalan Salib

Sementara itu dalam laporannya, Uskup Palangka Raya, Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, menyatakan bahwa pengembangan pusat ziarah di wilayahnya tidak hanya fokus pada wisata religius, tapi juga pada pelayanan kemanusiaan, budaya, dan ekonomi. Ia menjelaskan ada dua proyek utama, yaitu Mission Center dan Wisata Budaya lewat Tendopoli (Tempat untuk berkemah). Mission Center adalah pusat pembekalan tiga lantai yang mengajarkan ajaran agama sekaligus memberdayakan ekonomi dengan pelatihan keterampilan seperti peternakan, pertanian, dan UMKM. Sedangkan Tendopoli akan menampilkan rumah adat permanen dari 32 paroki di Kalimantan Tengah sebagai tempat pelestarian dan pameran budaya Dayak untuk masyarakat Indonesia.
“Kami ingin tempat ini menjadi cerminan bahwa iman, budaya, dan kepedulian sosial berjalan beriringan,” tegas Uskup, sekaligus mengharapkan dukungan pemerintah untuk mempercepat pembangunan tersebut demi kemajuan Kalimantan Tengah. (Red)

