Buka Lomba Karya Tulis Cerita Daerah dan Bercerita, Wagub Kalteng : Pentingnya Literasi Bagi Masa Depan
Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah ekspresi dan pelestarian budaya.
“Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi ruang berekspresi, ruang kreativitas, dan ruang untuk meneguhkan identitas budaya kita. Melalui tulisan dan cerita, nilai-nilai leluhur, legenda, dan tradisi masyarakat Dayak serta etnis lainnya dapat diwariskan dari generasi ke generasi,” tuturnya.
Thisia berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjadi agenda rutin yang mendorong semakin banyak anak muda Kalteng untuk berkarya dan mengharumkan nama daerah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng, Adiah Chandra Sari dalam laporannya menyampaikan bahwa lomba ini diselenggarakan berdasarkan berbagai regulasi yang mengatur fungsi perpustakaan sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, dan rekreasi.
“Pelaksanaan lomba ini bertujuan mengoptimalkan perpustakaan sebagai sumber informasi berupa karya tulis, karya cetak, dan karya rekam, sekaligus mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia yang berilmu, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Sebagai informasi, jumlah peserta tahun ini mencapai 52 orang dari seluruh kabupaten/kota se-Kalteng, termasuk dari wilayah terjauh seperti Murung Raya. Para peserta hadir bersama guru dan suporter, menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 17–18 November 2025, di Aula Jayang Tingang.
Hasil lomba akan diterbitkan sebagai buku koleksi khas daerah dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris agar dapat diakses secara internasional, sebagai upaya memperkenalkan budaya Kalteng ke dunia. Untuk diketahui, hingga 2025, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng telah menerbitkan tiga judul buku hasil lomba sejak 2023. (Red)

