Asisten Ekbang Setda Kalteng Buka Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2025
Herson menutup sambutan dengan mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kolaborasi.
“Mari jadikan Bulan Inklusi Keuangan sebagai gerakan berkelanjutan dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing,” pungkas Herson.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Bulan Inklusi Keuangan adalah amanat nasional untuk memperluas akses keuangan dan memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
“OJK tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra pemerintah daerah dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Berdasarkan survei nasional, tingkat literasi keuangan di Indonesia telah mencapai 66 persen dan inklusi keuangan sebesar 80 persen. Namun, sektor pasar modal masih relatif rendah, dengan tingkat literasi sekitar 17 persen dan inklusi hanya 2 persen. Kondisi ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat,” ujar Primandanu.
Primandanu menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan harus dimulai dari generasi muda, terutama mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa investasi bukan sekadar tren, tetapi sarana untuk membangun masa depan. Karena itu, pahami risikonya, pelajari instrumennya, dan berinvestasilah di tempat yang legal serta aman. Seperti kata Warren Buffet, the best investment you can make is an investment in yourself, the more you learn, the more you will earn (investasi terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berinvestasi pada diri sendiri, semakin banyak anda belajar, semakin besar penghasilan yang akan anda peroleh,” ucap Primandanu.

